Nomadic Heart

Pernah bertanya pada diri sendiri, di tengah malam ketika tangan sibuk memilah barang apa saja yang akan disertakan untuk perjalanan beberapa hari ke depan.

“kenapa harus melakukan perjalanan-perjalanan ini sendiri? sampai kapan akan demikian?”

go ahead.

karena ternyata, kadangkala teman perjalanan terbaik bukanlah melulu yang bersamamu merangkai setiap rencana perjalanan, menyiapkan perlengkapan bersama, dan mengukur jarak bersama.

Teman perjalanan yang terbaik kadangkala adalah senyum sapa penjual sarapan pagi di kota barumu selagi kamu masih belum juga mandi, mereka yang menceritakan kotanya dengan penuh bangga di balik kemudi, mereka yang membuka bekal perjalanannya denganmu untuk berbagi, rintik hujan pagi hari di tepi candi, hembus angin di balik dedaunan, doa para terkasih dari kejauhan… dan… rasa rindu yang menarikmu  untuk segera pulang.

setiap perjalanan mengajarkamu kemana seharusnya kamu kembali.

(rindu yang hebat untuk teman-teman perjalananku : bunga-bunga aneka warna mencolok yang tengah bermekaran di Gardens By The Bay, melihat kerlip cahaya Singapura malam dari 800 meter ketinggian, senyum tanpa gigi seorang Ibu yang memakai kebaya sepulang dari pasar di angkutan menuju Ullen Sentalu, semilir angin di Taman Sari, buah kersen dari tangan pengemudi di Kediri, sepasang tangan yang kasar namun begitu penuh kehati-hatian menyentuh kitab Jawi di Gua Maria Kediri, rona-rona merah di Blitar, bulan sempurna berkeliling bintang dipandang sembari terlentang di atas hamparan pasir pantai Untung Jawa,  kabut pagi di Bromo, suara rel kereta yang bertabrakan dengan roda besinya tak sejalang dengan hatimu yang sepi,  suara para peziarah bersahutan melantunkan doa dan pujian di tepi astana para pemimpin pesantren di Jombang, hujan di Trowulan, bunga kamboja menjatuhkan diri di dinding candi-candi Majapahit, senyapnya makam pendita di Bayat dalam lantunan doa  di hati para pemuja, satu langkah kaki peziarah Gua Maria Bayat yang memunguti setiap helai daun yang dilaluinya, mengamati setiap bahagianya perjumpaan dan beratnya perpisahan di kursi tunggu Stasiun Kutoarjo,  dan… degup hati ketika akhirnya sampai di sebuah kota yang sangat enggan kau datangi namun tak jua kau beranjak darinya demi sebuah pembuktian bahwa hatimu begitu kuat untuk merelakan semuanya benar-benar berakhir..)

perjalanan tak ubahnya sebuah ziarah panjang para penempuh perjalanan di dunia, sebuah perjalanan spiritualitas yang mengungkapkan fakta bahwa banyak hati yang sepi, hati yang patah, hati yang berprasangka, hati yang bersukaria, yang masing-masing seperti ingin saling mencari dan melengkapi. Menjelajahi setiap hati dari para penempuh perjalanan di dunia, termasuk dirinya sendiri.

.. berhentilah menandai peta, biarkan hatimu yang memandu ..

– teman perjalanan (nomadic heart)

semakin sering kamu melakukan perjalanan, kamu akan menyadari betapa hatimu bukannya sulit untuk dimiliki, namun hatimu tertinggal di setiap tempat yang telah kamu kunjungi, serpihannya tercecer di setiap sudut tempat-tempat itu..

nomadic heart.

p.s : no pictures are enough to describe how i miss my traveling.

– m –

Advertisements

Farewell….hiks…hiks..

Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment

Buddha

Itu yang intan rasakan kemaren sore, ga mau moment ini berlalu, kalo bisa di hentikan waktu kayak film Harry Potter…..sedih rasanya my travel mate ga sekantor lagi per bulan depan, akan kehilangan moment makan siang bareng, lepas dari cubicle se jam lumayan refresh untuk re charge semangat melanjutkan pekerjaan hari itu, a lot of deh yang di lewati bareng di kantor ini.

Begitu Mas Rayyan tau kalo Milta resign per bulan depan, langsung meniatkan untuk bikin farewell, dan di culik lah Milta sore kemaren ke “Suis Butcher” alhamdulillah intan jadi ikutan enak juga, jadilah sore-sore ngemil steak dan banana split, kenyaang….eh bentar-bentar….tiba-tiba nama Mas Rayyan muncul, siapakah gerangan Mas Rayyan.

Mas Rayyan adalah temen kantor kami juga, sering gabung di jam makan siang, ngobrol macem-macem, open mind & positive person,  beliau juga punya blog yang di buat bareng istri cantiknya bernama Iradah Rahman kunjungi juga blog nya yaa di https://lanostrascrittura.wordpress.com/ tulisan beliau enak di baca & inspiratif.

ya gimana yaa….di bilang sedih ya sedih, di bilang seneng juga seneng banget, akhirnya Milta di pertemukan Allah dengan seseorang Penyejuk Hatinya, tambatan jiwa nya & penyempurna ibadahnya, dan sebentar lagi mereka akan menggapai ridho Allah dalam ikatan pernikahan nan syahdu.

Dan karena Milta ingin fokus berkhidmat pada suami dan keluarga nya, milta melepaskan pekerjaannya.

Ga pernah nyangka bahwa tahun ini banyak hal yang tak terfikir sedikitpun di tahun lalu, baru tanggal 14 februari berlalu dan intan inget banget di 14 februari tahun yang lalu kami keliling taman yang ada di bandung dari jam 6.30 pagi sampe 18.30 sore yang pasti mah sampe gempor. Dan di awal tahun  yang lalu kita me niatkan untuk selalu menyempatkan backpacker an kemana pun berdua.

Belum habis tahun 2015 tepatnya ketika intan baru pulang dari middle east (Iran & Iraq), dapet kabar berita se bahagia ini. Begitu indah kisah yang Allah tuliskan untuk kami, untuk Milta dan dan persahabatan yang kami lewati bersama laut, gunung, desa, kota, tawa, tangis…dan akan selalu menjadi taman bunga di hati intan.

Dear My lovely travel mate……

“My Mission in life is not merely to survive, but to thrive; and to do so with some passion, some compassion, some humor, and some style” -Maya Angelou-

and be with you all happen…with smiley…..with the best happiness……Txs Milta fo a lot of deep hugs…..yaaaa kantor ini kehilangan the best gathering planner & execution

Setelah Milta married….kita masih bisa bacpackeran kan…..:)

 

 

 

 

 

 

 

Part 4 : Journey to Lucky of Java Island : Welcome to Jakarta Heritage.

Seperti biasa, kamera selalu siap siaga memotret kelakuan kita, ada yang senyam senyum liat kelakuan kita, ada juga yang ga peduli, kata Milta….bapak yang senyam-senyum itu yang ngeliatin kelakuan kita di toko souvenir tadi, kita pose doing dang a beli apapun disana…..haduuuh…., malu banget deeeh….biarin ah ga kenal ini.

Sesampainya di Tanjung Pasir, kita disambut udara yang terik, pantai yang kotor, warna pasir nya pun berbeda, disini pasirnya hitam berbeda dengan Pulau Untung Jawa yang Pasirnya putih, ko bisa yaa, padahal jarak antara Tanjung Pasir & Untung Jawa cuma 4Km, gitu juga dengan masyarakatnya, Strata ekonomi disini terlihat tidak merata, perkampungannnya pun berantakan, kotor….aaah pemandangan yang ekstrim berbeda.

Sambil jalan, ada tukang kerupuk kemplang dan Milta naksir kerupuknya…..inget yaaa…yang ditaksir kerupuknya, bukan yang jualnya, setelah tawar menawar jadilah kerupuk itu terjual Rp.5000/bungkus…nyam-nyam nikmaat….sambil jalan menuju gerbang luar Pantai Tajung Pasir kita ngemil kerupuk, tapi ko ga nyampe-nyampe luar ya Ta, jangan-jangan kita nyasar.

Kita tanya kebeberapa petugas disana, sama Pak TNI AL juga, akhirnya kita menemukan jalan keluar, pantesan kita bingung, jalan keluar kita berbeda dengan jalan masuk. dan butuh jalan sekitar 100m an ke tempat angkot. Dan bukan angkot namanya kalo ga ngetem dan karena performance kita berbeda dengan penduduk disana….seperti biasa kita jadi bahan perhatian orang-orang yang ada di angkot.

IMG_20150322_125350

Cucu Pak Haji with the same Kafiyeh

Senengnya naik angkot adalah mengamati dan nebak-nebak tujuan mereka naik angkot mau kemana, sepanjang perjalanan ini ada beberapa yang ke tebak tujuannya, ada yang mau nengokin tetangga nya di RS yang abis melahirkan, ada yang pulang ke rumah setelah jualan ikan di Tanjung Pasir, ada yang intan ga notice malah beliau turunnya dimana….untuk penumpang yang satu ini sempet bikin intan ga bisa nahan ketawa, jadi…..penumpang nya seorang Engkong dan sorban yang beliau pake persis seperti yang Milta pake, Milta yaaa….ternyata diam-diam punya penggemar Engkong-engkong……jangan-jangan beliau juga suka baca blog nya kita yaa…..aneh memang, entah akhirnya intan ngantuk or serius dengerin Ibu-Ibu cerita, bener-bener ga notice tuh Engkong turun dimana.

Sesampainya di kampung Melayu, ga perlu jalan jauh ternyata ada elf menuju pintu air mendekati kita dan horeeee…..dapet tempat duduk favorit nya Milta, yaitu……duduk di depan sebelah supir. Kita ngobrol apapun dengan Pak Supirnya, baik, Informatif & Komunikatif,Alhamdulillah rejeki beliau juga bagus, elf yang kita tumpangi penuh, semoga rejeki nya barokah untuk keluarga beliau…..sempet juga kami diskusi tentang masyarakat yang melakukan berbagai aktivitas seperti mencuci, mandi, Puppy di sungai yg sama, apa mereka ga kena penyakit kulit ? kata Pak Supir….kalo udah biasa malah biasa ga kenapa-napa, gitu katanya, hehehe….intan kecil juga dulu gitu ko, SD deket sungai, kalo sabtu suka ada acara ngepel bersama, ngambil airnya ya di sungai, asik-asik aja tuh J

Perjalanan menuju Pintu Air lumayan lancar, Pak Supir pun menurunkan tempat kita berpindah ke angkot lagi menuju kali deres, ternyata sebrangnya pintu air itu Jl. Daan Mogot No. 1, dan ini di Tangerang, sementara ada Daan Mogot juga di Jakarta, apa Jl. Daan Mogot ini panjang banget dan berada di 2 Provinsi ? Kita ikutin Jl. Daan Mogot, ternyata benar….No. 1 nya di Tanggerang dan No akhir Jl. Daan Mogotnya di DKI Jakarta. Alhamdulillah lancar juga perjalanan ke Kali Deres,

IMG_20150322_141454

Ngantuukssss

Nyampe disana nyambung Busway menuju Harmoni, intran & Milta memutuskan berdiri, intan dapet posisi nyaman, Milta yang harus sering bergeser karena Milta ada di dekat pintu yang sering terbuka, mulai berasa ngantuk……Nahan ngantuk sambil berdiri

Sesampainya di Harmoni nyambung busway sekali lagi ke Kota karena Jakarta Heritage adanya di ujung Jakarta Kota. Ga jauh dari Harmoni, kami turun di Shelter akhir, agak berbeda dengan shelter lainnya, shelter disini besar da nada groundingnya, mmm jangan lupa dibadikan tempat ini ya Ta.

Aura Jakarta Kota Tua nya terasa banget, Museum Bank Mandiri yang bersebelahan dengan Museum Bank Indonesia, sayangnya kita sampe sana jam 3 sore, ga punya waktu banyak untuk ngubek 2 Museum itu,  akhirnya kita putuskan untuk masuk ke Museum Bank Indonesia, Alhamdulillah masih buka.

Memang yaaa…..dimana pun kapan pun Backpackercantik ini harus dapet photo spot yang bagus, begitu memasuki halaman, MIlta langsung ambil spot yang persis sama dengan foto Museum Bank Indonesia yang dia cetak di Bandung, tiba saatnya kita berfoto berdua….dengan baik hatinya Pak Satpam Museum BI tersebut fotoin kita.

Ayoo Ta, nanti Museum nya keburu tutup, begitu masuk ternyata kita hars melewati pemeriksaan xRay, kita kan anak baik-baik….jadi aja Milta bikin pengakuan kalo Milta bawa Belati…mmmm, pemeriksaan lumayan lebih lama dari yang lainnya karena Milta harus menitipkan Belati nya.

Tiba-tiba ada yang manggil “intan….ngapain disitu ? waaa…..ternyata pemimpin Museum BI adalah suami dari kerabat tempat kami menginap waktu perjalanan ke Jogja tahun lalu(tidak kami publish disini, khawatir mengganggu privacy beliau), maluuu doong, kita lusuh, berkeringat, bau segala rupa langsung diajak ke ruangannya, jadilah kita ga berkeliling museum, tapi ikutan sholat diruangan beliau. Dan Pak Satpam yang tadi meriksa Milta sempet berubah rona wajahnya mengetahui kami adalah temen dari pemimpin Museum ini, tenang Pak…..kami ga gigit ko, Cuma bawa belati doang…..dan kita ini hanya manusia biasa yang punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belatiii……yeaaah…

IMG_20150322_164718

Lapor Pak Komandan, mohon ijin melihat Museum

 

Beliau amaze liat kita, apalgi liat intan, selama beliau mengenal intan, belom pernah liat intan se lusuh ini, bahkan beliau sempet sms istrinya yang di jogja, respon nya singkat “Cah Gemblung”….maaf ya Pak, ini cara kami menikmati hidup….alhamdulillah beliau ga terganggu dengan model kami yang kayak gini ini. Bahkan beliau menawari untuk kita titip tas di ruangan beliau selama kita muter-muter di Jakarta Kota Tua dan beliau berpesan jangan lebih dari jam 16.30, karena kantor betul-betul tutup jam segitu

Wah….makasih banyak Pak….tanpa membuang waktu lagi, kita langsung ngibrit keluar dan membawa perlengkapan seperlunya, jangan lupa Tongsis…..sampe luar kita bingung kea rah mana kita harus jalan, Nah ini….catatan penting jika kita bertanya di Kota Besar, hati-hati bertanya, lebih baik kita cari petugas seperti satpam or Polisi. Akhirnya kita bertanya ke Satpam Museum Bank Mandiri dan mereka memberi jawaban yang sangat Informatif….ga susah kami menemukan Jakarta Kota Tua, yg sulit adalah nyebrangnya, karena pas tikungan & orang-orang berkendara lumayan menyulitkan kita untuk nyebrang.

Setelah akhirnya kita berhasil, “penuh sesak orang ya Ta…mungkin karena hari minggu sore, Jakarta udah ga terlalu panas”ada beberapa spot yang ga boleh berfoto disitu karena milik kafe-kafe tertentu…kayaknya kalo kita mau kesana lagi jangan weekend kali yaa, spotnya bagus, tapi ko intan ga bisa menikmati yaa, mungkin saking kroditnya….

Kita buru-buru juga kembali ke Museum BI karena sudah menjelang jam 16.30, ternyata Pak Pemimpin Museum BI udah nyiapin mobilnya, beliau pengen sebelum kita pulang ke Bandung jam 08.00 nraktir kami, bahkan mobilnya pun di cuci….makasih banyak ya Pak, banyak banget kerepotan gara-gara kami, smoga Allah menggantikan rejeki yang Bapak keluarkan untuk kami dengan yang lebih baik & Barokah.

Berakhirlah kisah perjalanan kami di Abuba steak dengan menu makan malam Steak Salmon….bergizi banget & sangat mengenyangkan….Hontone Domo Arigato Gozaimasu Pak……….

Perjalanan menuju Bandung dari Sarinah Baraya cukup lancar dan sepanjang jalan kami tidur karena kelelahan & kekenyangan….see u again in another barokah Journey My Friend, still a lot our home work to visiting Paradise of Java…beautiful place when we can see a whole the world

Part 3 : Journey to Lucky of Java Island : We Miss U Untung Java Island

Tidur lelap kita terjaga mendengar Adzan subuh di kumandangkan, tempat menginap kami yang tetanggaan sama Mesjid membuat  kami ga perlu nyalain alarm untuk Sholat Subuh, kami bergegas ngambil wudhu dan melangkahkan kaki ke masjid. Alhamdulillah aktivitas pertama hari ini di mulai dengan sholat subuh berjamaah.

Setelah sholat subuh & menyimpan mukena, kami ijin ke Ummi untuk berburu sunrise di Pantai Timur, happy…happy….& happy perasaan kami saat ini, langit cerah tanpa awan membuat kami dapat menikmati sunrise yang indah banget itu, mulai dari semburat kemerahan berpadu dengan langit subuh, it’s sooo romantic, seandainya bisa menyetop waktu, pengen banget intan terdiam dan menikmati pemandangan yang ga ingin berlalu,  kita jeprat jepret ga bosen-bosen saling memfoto, Milta juga asik jeprat jepret, intan nyobain selfi pake tongsis, berharap bisa dapet siluet diri sendiri, teuteup butut kalo intan motret, susaaah banget bisa bikin foto sebagus Milta, maaf ya Ta selalu mengecewakan Milta dengan hasil jepretan intan.

Dermaga tempat kami berburu sunset juga menjadi tempat pemancingan dan tiba-tiba ada keseruan di dekat kami, ternyata ada Bapak-bapak yang berhasil dapet mancing Ikan, waaw…ikannya lumayan gede…selamat Pak, inget kita yaa kalo ikan nya udah mateng…..:)

Setelah matahari tambah naik & perut kita tambah laper, “Ta itu bala-bala menggoda bangeeet, tapi intan ga bawa dompet” harga bala-bala itu Rp. 5000 dapet 4, bagi 2 sama Milta masing-masing menikmati bala-bala 2 biji, ditambah bumbu kacang….bala-bala nya enaaak bangeeet….di traktir Milta deh bala-bala nya…makasih bangeet Ta,nikmat bala-bala nyaa

Sampe penginapan, kita leyeh-leyeh di  amben (sebutan bangku rotan buat leyeh-leyeh di halaman rumah) sambil ngobrol dengan Ummi yang baik bangeet menyediakan teh manis buat kita…makasiih bangeet Ummi…..Ummi cerita bahwa amal mula penduduk Untung Jawa ini berasal dari Pulau Ubi….oh iya berarti monumen yang di depan itu adalah monumen kepindahan masyarakat Pulau Ubi ke Pulau Untung Jawa, kata Ummi, penyebab penduduk Pulau Ubi pindah kesini karena Pulau Ubi terkena abrasi sehingga daratan Pulau Ubi sedikit demi sedikit habis terkikis, sehingga semua penduduk Pulau Ubi pndah semua kesini, Penduduk Pulau Untung Jawa saat ini total berjumlah  400 KK,

strata ekonomi penduduk disana terbilang cukup makmur, rata-rata penduduk disana berprofesi sebagai nelayan, dan dengan adanya wisatawan yang ramai berwisata kesini, kehidupan perekonomian disini semakin baik, penduduk disini  banyak juga yang memiliki home stay-home stay yang di sewa-sewa ke para wisatawan, selain itu, Pemprov DKI juga sangat memperhatikan masyarakat di Pulau ini, terlihat dari Puskesmas nya yang bangunannya cukup bagus, menurut Ummi,setiap bulan Pemprov DKI mencari yatim piatu untuk di bawa ke asrama dan di sekolahkan hingga lulus SMA….gratis, bahkan pedang disana pun menuliskan di list harga minuman khusus untuk yatim piatu…Gratiss…..such a beautiful society, pantesan Ummi ga kunci pintu semalem, kata Ummi, beliau jarang mengunci pintu karena disini sangat aman, sekolah yang ada di Pulau Untung Jawa ini hanya sampai level SMP, begitu anak-anak disini menginjak SMA mereka menyeberang ke Tanjung Priuk  atau Muara Angke, mereka di siapkan kost-kost an oleh Pemprov DKI untuk anak-anak jenjang SMA, setiap tahun ada program bedah rumah dari Pemprov DKI untuk me renovasi rumah penduduk disini yang di anggap sudah tidak layak huni, dampak dari perlakuan Pemprov yang begitu baik…membuat culture masyarakat disini sangat berfikiran positif, saling tolong menolong, ramah terhadap wisatawan membuat betah suasana disini, bahkan rumah-rumah mereka pun jarang di kunci kecuali jika mereka akan jalan-jalan keluar pulau, saling menjaga satu sama lain, suaminya Ummi bekerja sebagai Kapten kapal yang pulang 1-2x sebulan, jika siang hari kesibukan Ummi sebagai Ibu Rumah tangga adalah menjaga anak-anak dan cucu yang dititipkan putra ke-dua Ummi selama mereka bekerja, ketulusan Ummi terpancar dari cara Ummi menerima kami disini…Makasih banyak Ummi, Insya Allah jika kami kesini lagi, Ummi yang pertama kali kami kunjungi.

Ada yang unik dari Society disini, culture masyarakat Pantai Timur dan Pantai Barat agak berbeda, masyarakat Pantai Timur terkesan lebih halus, rajin….terlihat dari kesibukan yang sudah di mulai saat adzan subuh berkumandang, tertib & sangat menjaga kebersihan…berbeda dengan masyarakat pantai Barat, mereka agak sedikit kasar…terlihat ketika Milta menegur soal sampah yang di buang ke laut kemaren, teguran Milta yang sangat halus itu di balas oleh kata-kata yang ga enak di dengar, menurut Ummi, masyarakat Pantai Barat bangun saat matahari sudah tinggi, mungkin karena sinar matahari telat sampe kali yaa di Pantai Barat, bahkan Ummi pun sempat agak kesal ketika kami cerita tentang beberapa pedagang yang membuang sampah nya kelaut kata Ummi “itu ga boleh…laceng (berani) sekali mereka  buang sampah kelaut, itu ga boleh….betul Ummi….intan& Milta setuju banget, jika bukan kita-kita yang menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan ini siapa lagi ? dan salah satu yang membuat wisatawan datang kesini karena Pulau Untung Jawa ini jauh lebih bersih di banding pantai Tanjung Pasir, namun karena masih ada penduduk dan wisatawan yang ga sadar sampah, adaa saja sampah berceceran di pesisir pantai maupun di area Hutan mangrove…ayoo dong buang sampah ke tong sampah  yang udah di sediakan ga susah lho, kalo lingkungan ini bersih, kita juga nyaman kaan….

Ummi juga cerita tentang kesibukannya mengelola home stay Kakak Iparnya, minggu lalu beliau melayani 70 tamu yang fasilitas menginapnya sudah termasuk  dengan sarapan, makan siang & makan malam, kapan-kapan jika temen-temen mau main ke Pulau Untung Jawa, hubungi Ummi yaa jika ingin menginap disini ini no kontaknya 0857-8215-1713 di jamin asik menginap di tempat Ummi.

Asik ngobrol dengan Ummi….ga terasa hari tambah siang, masih ada rencana yang mau kita jalani nih, kita namya lagi ke Ummi, “Ummi, ada ga ya kapal yang keliling pulau lain seperti ke pulau Rambut dan sekitarnya ?” kata Ummi “coba aja datangi Dermaga, biasanya sih carter, mudah-mudahan ada yang sedang carter, jadi bisa ikutan nebeng”.

Ayo Ta…kita ke Dermaga nanya-nanya tentang kapal yang ada track ke pulau lain, ternyata kapal yang ke pulau lain harus carter dan lumayan mahal 500rb untu carter kapal tersebut dan kapalnya maksimal isi 10 orang….mmm kayaknya kita ga cukup waktu untuk ngumpulin orang yang mau nyarter bareng, akhirnya kita putusin untuk nongkrong di pinggir pantai, ngampar matras, Milta ngeluarin kompor, beras, Mie Instan, intan ngeluarin baso, ikan bilis krispi….lengkap deh persiapan masak, begitu nyambungin kompor ke gas, ternyata Milta ga tau caranya…akhirnya Milta mint bantuan ke penghuni tenda sebelah kita, baik banget Mas nya, kita di ajarin cara nya bahkan ngasih tau kita untuk lebih mundur agar kompornya ga kejemur matahari, khawatir meledak.Makasih ya Mas….

Proses memasak pun di mulai, bagian bawah kami masak nasi, bagian atas masak Indomie campur baso, sambil menunggu makanan yang kita masak ini mateng, ga terlewat dong moment ini kita foto, di sudut sana ada sekelompok pria yang menyediakan layanan water sport nyetel lagu Rasta, it’s soo perfect, Milta menikmati bangeeet suasana seperti ini.

Saat kita menunggu masakan mateng, kita melihat petugas pengangkut sampah baik yang menggunakan motor maupun Kapal penyapu pantai hilir mudik di dekat kami, “liat Ta, betapa Pemprov DKI begitu berusaha menjaga kebersihan Pulau ini, kenapa masih aja masyarakat & pendatangnya buang sampah sembarangan, nanti kalo banjir nyalahin pemerintah, ga fair banget kan”….harus gimana lagi yaa mendidik mereka agar jangan buang sampah seenaknya.

Ternyata masak pake kompor kemping ini lumayan makan waktu, bikin perut kami tambah laper aja, begitu matang, kami bagi 2 masakan yang kami buat, kita kirim ke penghuni tenda sebelah…semoga mereka bisa menikmati masakan kita ini

Ternyata setelah di bagi pun, masakan kita ini masih cukup banyak buat kita, bahkan Milta pun ga abis ….mmm Milta “ga ada alasan untuk tidak menghabiskan makanan”, setelah beres makan, intan merapihkan makanan & Milta pergi ternyata dia mendatangi kelompok water sport, Tanya-tanya tentang harga layanan water donut & banana boat, Alhamdulillah dapet harga sesuai budget dan kita pun ga perlu ngumpulin 7 orang untuk bisa ber water sport.

Tetetetew………Keseruan pun di mulai…..setelah kita memakai pelampung, dan pelampung yang kita pakai ini dipastikan pas dan tidaklonggar, permainan pertama adalah water donut, mmmm….water donat ini bentuknya seperti  4 buah donut bersatu, kita terlentang di atas lubang donut, tangan kita berpegangan ke tali pegangan yang ada di kanan & kiri, “Ta…..sumpah deh intan deg-degan, it’s the first time Ta”….Water donut ini diikatkan ke speed boat, pelan-pelan speed boat dijalankan tambah lama tambah kenceng dan bikin water donut yang kita naikin ini memantul-mantul diatas laut, bikin kita terlempar-lempar jugaaaa, intan & Milta sampe teriak-teriak, seru campur serem jadi satu….”Miltaaa…..ini mantap bangeeet” seruuuu pisaaan……….

Deg degan intan belum beres, speed boat yang membawa water donut melambatkan kecepatan dan membawa kita ke pinggir dan kita pun berpindah ke banana boat, wah Ta…tambah jadi deh deg-deg an intan, sama seperti ketika speed boat menarik water donut, awal banana boat di tarik speed boat perlahan, lama-lama tambah kenceng…tambah kenceng lagi….tambah kenceng lagi….bikin banana boat kita goyang-goyan ke kiri ke kanan, teriakan intan tambah kenceng dan tiba-tiba…..byuuuurrrr…..banana boat yang kita naikin kebalik di tengah laut, mmmm…..asiiin, yang gini ini sambil kelelep minum air laut, saat kayak gini ini pelampung yang kita pake berguna, membuat intan & Milta tetep mengambang, setelah banana boat kembali sedia kala, kita diangkat naik satu per satu ke atas banana boat dan Milta sempet panic saat Mas petugasnya bilang “kita tinggal aja Milta disini yaaa”….waaa Milta di tinggal di tengah laut, waah bisa-bisa di taksir ikan duyung nanti…..

Setelah semua naik, banana boat di tarik lagi…tambah lama tambah kenceng dan tambah ke tengah, kita luapkan ke seruan ini dengan teriak se bebas-bebasnya….sampe di tengah & lagi seru-seru nya teriak….tiba-tiba air laut masuk semua rasanya ke mulut, banana boat kita kebalik untuk kedua kali nya, kayaknya setelah selesai main banana boat ini intan ga perlu makan lagi deh Ta….kenyang minum air laut…..lagi-lagi kita di bantu Mas Petugas untuk naik ke banana boat dan banana boat kita bergerak lagi ditarik speed boat, sepertinya keseruan sudah berakhir, tapi ko banana boat nya goyang-goyang lagi dan speed boat nya ko malah tambah kenceng….wah…ga beres nih…bener kan ga beres….bener kaaaan….untuk ketiga kalinya intan minum air laut, banana boat kita kebalik lagi, cuma kali ini kita ga diangkat lagi ke banana boat tapi di bawa ke pinggir pantai jalan kaki melawan arus pantai…..yaaaa keseruan selesai menyisakan pengalaman yang seru banget dan kata Milta “rasanya Milta Plong Bu….udah teriak-teriak dengan bebasnya”, Syukurlah Ta, ini gunanya Backpacker, relaksasi, melepaskan kepenatan dari hiruk pikuk pekerjaan, melepaskan stress akibat rutinitas sehari-hari, Backpacker kita kali ini suksesss beraaat.

Intan termasuk yang kesulitan jalan ke pinggir pantai, batu karang ga terlalu nyaman di pijak, sehingga intan harus extra pelan menapaki batu karang tersebut, ketinggalan Milta deh….sampe di pinggir, buka pelampung & beresin pembayaran, kita kembali ke penginapan…..Mandiiii…..

Sampe di penginapan, Ummi menyambut kedatangan kita yang basah kuyup ini dengan senyuman, lucu kali yeee ngeliat kita kayak kucing kecebur, MIlta duluan Mandi dan intan ngaso di luar diatas amben, ga tega juga basah-basahan gini masuk rumah yang udah di pel Ummi. Sambil nunggu badan agak kering, kita minum Teh Manis lagi, Ummi menawari kami sop ayam yang beliau masak, sayang kami ga menikmati masakan Ummi karena kami sudah sangat kenyang, makan nasi, mie instan, baso + air laut.

Selama Milta mandi, intan ngobrol dengan Ummi, banyak hal yang beliau ceritakan, tentang putrinya yang ikut suami nya di Bandung, tentang kelahiran putra ke 3 & ke 4 yang jaraknya cukup jauh dengan Putra – putri ke 1 & ke 2, Ummi juga menunjukkan Tugu kedatangan penduduk Pulau Ubi yang asli…..wah perlu di datangi nih.

Setelah Milta beres mandi, gantian intan yang mandi dan setelah beres mandi….packing dan akhirnya kita memutuskan untuk c/o dari rumah Ummi, kasian Ummi kalo kita bolak balik mulu ke rumah Ummi. Belum juga kami meninggalkan rumah Ummi, rasa kangen untuk kembali kesini sudah melanda. Someday Ummi…semoga kami ada rejeki lagi, mengunjungi Ummi kembali disini.   Kami pamit ke Ummi dan kami melangkahkan kaki ke arah kelompok Water Sport, Kami foto bareng mereka & say many thanks atas keseruan tadi, kami pun pamit juga ke penghuni tenda yang ternyata masih betah disitu.

Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba “intan…intan…ada yang ketinggalan ga ?” teriak Mas Edi – kepala grup water sport menyusul kita pake motor, intan & Milta saling nge cek, rasanya ga ada yang ketinggalan, Mas Edi mengeluarkan dompet hitam milik Milta….Subhanallah….terima kasih ya Allah, Engkau pertemukan kami dengan orang-orang yang baik hati & jujur, ga bisa bayangin kalo Milta baru menyadari dompet nya hilang ketika di perahu, pasti sedih banget, Maksih banyak Mas Edi, nah untuk temen-temen yang mengunjungi Pulau Untung Jawa dan ingin ber water sport, catet yaa ini no kontaknya Mas Edi 0858-1372-6169….di jamin ga kemahalan.

Kenangan begitu manis Engkau anugrahkan kepada kami di Pulau Untung Jawa ini….Terima kasih ya Allah…….

Sebelum meninggalkan Pulau ini, Milta ngajak intan ke sisi Hutan Mangrove yang belum kita datangi, hari terasa begitu terik, namun tidak menurunkan semangat kami menuju sudut lain, dan ternyata…Subhanallah, ga sia-sia usaha kami berjalan kesini, pemandangan yang disuguhkan juga indah bangeet, hamparan air laut yang bening dan tenang, beberapa terlihat asik berenang di laut yang dangkal, rasanya pengen nyebur lagi, namun mengingat keterbatasan waktu & keterbatasan baju, kita urungkan niat nyebur lagi nya….alhasil kita habiskan waktu dengan foto session sampe sempet foto pake kacamata maskulin nya Milta….kayak apa jadi nya foto session kita itu yaa….Ta, pajang di Blog yaa, foto kacamata maskulin nya.

Semakin siang, kita memutuskan ke Dermaga…untuk kembali ke Tanjung Pasir, karena sesampainya di Jakarta, kami masih harus meneruskan perjalanan ke Jakarta Kota Tua.

Dan rasanya bukan kami deh jika ada spot menarik dilewatkan begitu saja, di tengah perjalanan menuju dermaga, ada lapak souvenir, bukannya beli malah motret-motret disitu…..ampuun deh, dasar backpacker, sampe souvenir pun yang jadi oleh-oleh cuma foto nya……

Sesampainya di Dermaga, kita ga perlu nunggu lama, karena kapal yang akan berangkat kembali ke Tanjung Pasir sudah tersedia dan segera berangkat, dia hanya sebentar disini menurunkan penumpang dan bahan belanjaan. Kapal yang mengangkut kita kali ini lebih besar dari kapal yang mengantar kita kesini, Nahkoda nya berada di tengah kapal, apapun ukuran kapal ini, teuteup kita harus duduk paling depan ya Ta.  Pengalaman nya pun berbeda, ga ada ubur-ubur yang berenang, dan kita tertutup atap kapal, angin sepoi-sepoi membuat kita mengantuk….bye Untung Jawa, see U Next time….we miss U a lot….

 

Part 2 : Journey to Lucky of Java Island : From Untung Jawa Harbour to Angel Heart & Everything Happy

Butuh waktu 30 Menit penyebrangan dari Tanjung Pasir ke Untung Jawa, sempat kapal yang kami tumpangi goyang lebih wow dari sebelumnya, menambah keseruan perjalanan kami.

Backpackercantik ber cadar sorban

Backpackercantik ber cadar sorban

Dermaga Untung Jawa

Dermaga Untung Jawa

Dokumentasi ga akan bisa menggambarkan kegembiraan kami

Dokumentasi ga akan bisa menggambarkan kegembiraan kami

Yes...Finally we are here

Yes…Finally we are here

Sampailah kami di Dermaga Untung Jawa, pemandangan yang sangat berbeda dengan Untung Jawa, Dermaga nya pun bagus, siap menyambut wisatawan. Kamera langsung beraksi, kali ini Milta mempersiapkan beberapa karton bertuliskan alamat blog kami ini, menuliskan arti dari ayat Al Qur’an Favorit kami, Karton-karton itu ikut serta menemani kami mengabadikan moment perjalanan ini.

Welcoming Untung Jawa Port

Welcoming Untung Jawa Port

Seperti biasa, kita selalu butuh bantuan orang sekitar untuk memotret kami berdua….makasih banyak yaaa Pak, Mas, Teh….dan kita pun juga tak segan-segan menawarkan untuk membantu keluarga berfoto agar lengkap semua anggota keluarga ter foto.

IMG_9905

Letter For U

Untung Jawa Quotes

Untung Jawa Quotes

mau kemana dulu yaa

Ga Terasa waktu menunjukkan pukul 13.30, kita berkeliling sambil mencari mushola, melihat peta Untung Jawa, dan bertanya ke pemilik homestay yang kita lewati  harga menginap semalam. Dan aktivitas pertama kita di Pulau Untung Jawa adalah sholat & makan siang dulu…..sampailah kita di Mushola Al Muntaha Kel. Pulau Untung Jawa, di sebelah Mushola ada Homestay juga namun homestay nya 1 rumah besar, pas untuk wisatawan yang datang rombongan, kata Ibu pemiliknya, homestay nya ini cukup untuk 15-20 orang an, harga per malam nya Rp. 600rb…..waah ga mungkin lah kita nginep disitu. Ibu pemiliknya juga heboh banget cerita macem-macem tentang Untung Jawa dan sesekali memperingatkan pengunjung Mushola yang lupa lepas sepatu/sandalnya. Ketika kita sedang asik makan se “Tupperware” berdua, karena cuma Milta yang bawa nasi, ada Ibu beserta anak & menantu nya sholat juga di mushola yang kita sambangi ini. Beliau nanya-nanya tentang kita bahkan beliau juga amazing dengan perjalanan kita, sempet ketawa-ketawa ketika kita ga sengaja mendengar pembicaraan Ibu pemilik homestay dengan menantu dari Ibu yang nanya-nanya kita tadi….selalu ada moment yang bikin kita ketawa ya Ta…..

IMG_20150321_134316

Tetep ada cerita lucu disini

Tetep ada cerita lucu disini

IMG_20150321_134942

Setelah sholat, kita masih harus nyari tempat nginap, kita muter-muter  sampe ke hutan mangrove, kita Tanya orang-orang yang kita lewati, rata-rata harga home stay disana berkisar Rp. 200rb – Rp. 300rb an…wah over budget nih Ta….sampailah kita di pantai Untung Jawa di sebelah timur, pantainya bagus banget, Milta sempet bagi-bagi permen juga ke anak-anak yang berenang-renang seru disana, sudah pasti kamera hp, tongsis, keluar semua…..tapi kenapa pantai indah ini ga berasa indah ya ? itu karena kita belum dapet nginep, apa kita tidur di masjid aja gitu Ta ? di puskesmas ? di gubuk-gubuk lesehan ? rasanya badan udah penat bangeeet…..kaki kita yang udah lumayan pegel ini kita langkahkan kea rah home stay-home stay yang belum kita lewati, berharap ada tempat menginap yang sesuai budget kita yang cuma “segini” berdua ini.

daun yang kita injek itu bagus banget (baru sadar)

daun yang kita injek itu bagus banget (baru sadar)

apa tidur disana aja?

apa tidur disana aja?

lagi jalan-jalan dan tanya-tanya penginapan di area penduduk itu, keajaiban tiba-tiba terjadi. Ada abang-abang yang punya penginapan dan nawarin penginapannya. Tapi harganya ga masu budget kita, dan entah bagaimana tiba-tiba abangnya baik banget ngasih tau sebuah rumah samping mesjid yang mungkin bisa bantu kita untuk dapet penginapan.

dan ternyata.. itulah Ummi, pemilik rumah tersebut. ada satu kamar kosong di rumahnya yang bisa kami sewa untuk menginap. Umminya ga kasih harga, akhirnya kami terus terang saja dengan budget kami, dan Umminya langsung sumringah aja tanpa masalah.

Kami ditunjukkan kamar kami, disediakan minum, baik banget pokoknya. layanan belum tentu didapet di penginapan. (terharu).

Bahkan pas pulang dari pantai juga Ummi nyuruh kami makan, tapi sungkan. hehe..

Ummi "Angel Heart" & Her Son

Ummi “Angel Heart” & Her Son

Our Pack

Our Pack

Many Thanks Ummi

Many Thanks Ummi

Segera kita unpack, intan ganti sandal, bawa tas kecil, tongsis jangan lupa dan kita pun ijin ke Ibu nya untuk ke pantai kembali….rasanya tenaga kita, semangat kita, keseruan kita genggam lagi…dan bener Ta….pantai ini indaaah banget, pasirnya putih sebagian beralaskan pecahan  karang, kita foto-foto lagi yang pasti lebih gembira kali ini….”tapi kayaknya sudut pantai ini bukan tempatnya sunset deh Ta”

milta, candy and cute kids

Pasir Putih .....it's sooo

Pasir Putih …..it’s sooo

bukan life of Pi

bukan life of Pi

Hari semakin sore, kayaknya kita harus berpindah ke pantai barat, kita tinggalkan sementara pantai Timur Untung Jawa yang indah ini menuju pantai Barat Untung Jawa melalui Hutan Mangrove lagi….Pulau ini cukup mudah di kelilingi cukup 2 jam aja kita udah beres ngubek-ngubek pulau ini. Semakin sore, hutan Mangrove ini semakin terkesan spooky ya Ta, ayo ah cepet keluar dari hutan ini Ta….Ga berapa lama sampailah kita di pantai Barat dan airnya pun ga kalah bening, beniiing bangeet, kita menikmati hembusan angina sore, mulai terlihat semburat merah, tanda matahari mulai tenggelam tapi kayaknya kita salah posisi deh Ta, ketika kita sedang berjalan menuju ke spot sunset, ada pemandangan yang sangan mengagetkan, tiba-tiba ada Bapak buang sampah ke laut yang super bening itu se ember…..coba se ember….Milta langsung naik pitam saat itu juga, ternyata ga Cuma se ember, dia ambil ember lagi  dan begitu mau dibuang lagi kelaut langsung didatengi Milta, dengan lembutnya Milta minta sampahnya itu untuk di bantu di buang ke tempat sampah sambil ngomong ke Bapak nya “sini kami bantu Pak, kalo Bapak buang sampah lagi ke laut nanti Bapak di marahin Menteri Susi” aneh yaa…padahal banyak tong sampah yang lebih deket dari Bapak itu berdri di banding ke laut dan tong sampahnya pun kosong…..

sediiih.....

sediiih…..

Ternyata di ujung pun ada lagi yang buang sampah kelaut, sediih……..kenapa sih susah banget orang-orang ini buang sampah ke tong sampah yang udah disediain…. Bikin bad mood deh

Duuh….jangan sampe bad mood nya mengganggu kenikmatan kita mengabadikan sunset yang rada ga keliatan….ternyata sunsetnya kehalang pulau rambut, tapi lumayan lah masih dapet hiliwir-hiliwir sunsetnya dan sempet motret part of sunsetnya.

Setelah puas melihat sunset, kita pulang menuju penginapan, rasanya pengen mandi, badan keringetan gabres seharian ini, sambil nunggu Milta beres mandi, intan beberes & nge charge hp, biasa kalo jam segini hp pasti lowbat apalagi seharian jeprat jepret foto mengabadikan moment yang ga ingin terlewatkan.

Masuk kamar mandi…..nyamaan banget kamar mandi nya bersih, dan air mandi nya pun ga asin, kesat di Badan, rasanya tenaga kita pulih seketika….segeer banget…..fabiayyi alla’i robbikuma tukaziban.

Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahim…..terima kasih memberikan kami kenikmatan se indah ini.

Penginapan kami bersebelahan dengan masjid, kita wajib sholat di situ Ta…..ini backpacker atau pesantren yaa, kita sholat magrib di situ, ada Bapak menghampiri kita dengan ramahnya menunjukkan kipas angin yang sebaiknya di nyalakan supaya ga panas & ga banyak nyamuk.

Nunggu Isya

Nunggu Isya

Sambil nunggu Isya, Milta ngaji (Sholehahnya sahabatku ini), menjelang adzan Isya, berdatangan gadis-gadis kecil yang akan ikut sholat berjamaah di masjid ini, Milta pun langsung ngambil kamera dan mereka tuh lucu-lucu banget langsung sadar kamera dan bergaya…..so cute….Before & after sholat isya kita foto session bareng gadis-gadis kecil tersebut.

IMG_0031

Lucunya merekaaaa….

Begitu selesai sholat Isya, intan & Milta mulai diskusi menu makan malem, pilihannya : Masak pake kompor yang dibawa Milta beserta Mie & berasnya, beli nasi goreng or Ikan bakar…..mmm mari satu persatu kita survey…..Untuk masak, kita cari spot yang tepat, kayaknya ko ga nemu yaa, lagian masa kita datang ke pantai makannya Indomie, sementara kuliner khas disini ikan bakar, OK mari kita tanya harga warung-warung makan disini, kita datangi warung yang rame banget, tenyata dia jual nasi goreng….ya ga aneh Ta…trus kita nanya-nanya harga ikan bakar disini mereka menjual seharga Rp. 30.000 se paket, udah dengan nasi +ikan bakar & The tawar, budget kita cukup ga ya….tapiiii wajib di coba Ta.

Setelah keliling-keliling, perut tambah laper, kita putusin makan ikan bakar di Warung si Kancil, Ibu & Bapak penjual nya ramah, kita di stel in karaoke walaupun ga kita manfaatin, abis lagu-lagu nya aneeh. Dan Bapak pemilik warung ini menjuluki dirinya ”si Ganteng”.

Milta ikutan nimbrung bakar ikan, dan ga lama ikan pun mateng, nasinya banyak banget, waduh habis ga yaa ? kata Milta “ga ada alasan untuk tidak menghabiskan makanan” betul banget Ta, intan setuju sayang kalo makanan banyak bersisa dan dibuang, tapi nasinya banyaak bangeet, pelan-pelan makan, akhirnya abis juga, cuma Teh tawarnya ga muat lagi, akhirnya di abisin sama Milta.

Abis makan, kita jalan ke kantor Dishub, katanya disitu dermaga khusus Dishub kalo sedang berkunjung ke Pulau Untung Jawa. Tempatnya asik, banyak yang mancing juga, langit cerah, bintang bertebaran bak padang bintang savanna, Milta menikmati bintang sambil rebahan di pematang tangga, mendengarkan music dan memejamkan mata, saking mejem nya eh dia ketiduran….

Malam semakin larut, waktu menunjukkan jam 11 malem, “Ta…bangun Ta, pindah yu ke penginapan”, bener kan tuh anak ketiduran dan pules banget, kalo dibiarin bisa sampe pagi dia tidur disitu. Kita jalan ke penginapan yang cukup dekat dari situ, memang ternyata tempat kita menginap ini strategis banget, deket ke spot-spot terbaiknya Pulau Untung Jawa.

IMG_0093.JPG

Met bobo….jangan lupa berdo’a

Sampe penginapan, ternyata pintunya ga di kunci, Ummi (kita memanggil Ibu pemilik penginapan) sudah terlelap diruang tengah bersama 2 anak lelaki kecilnya, dalam hitungan menit kita pun terlelap.  Makasih Yaa Rabb….atas hari yang begitu Indah ini. Berbagai pengalaman yang menyejukkan hati Engkau hamparkan & we will miss Untung Jawa dengan berbagai kebaikan dan kejujuran hati para penduduknya yang masih terjaga banget.

 

 

#Quote

Take those long walks, buy that dress, visit an art gallery, explore and travel, eat that exotic food. Do what you want. Life is too short to wait for the right moment. And remember that it’s okay to be alone, for you will not only discover places, but likewise yourself.

-tumblr | poeticdonut

(m)