Backpacker Cantik Kondangan di Sukoharjo, Solo.

Pagi-pagi jam 5.00 pintu kamar hotel saya diketuk. Pastinya Mrs. Intan yang kembali checkin buat numpang mandi dan dandan. Dan, saya cuma bukain pintu, lalu tidur lagi, karena sebelum tidur tadi udah sempet shalat shubuh. Akhirnya baru bangun jam 6-an saya bisa bangun, langsung mandi dan dandan cantik. Backpacker juga bisa cantik dong, karena emang basicnya cantik. Plus, yang dipacked di tas kali ini bukan senjata keamanan, bukan tenda, bukan alat masak instan.. tapi make up dan kain jumputan! Hehe

Udah dandan cantik, packing, kita down the stairs untuk breakfast dan checkout. Menu prasmanan sarapannya banyak banget untuk ukuran hotel seharga 250.000! dari ujung ada nasi liwet lengkap dengan lauknya, lalu ada bubur ayam, ada bubur cina, bubur jagung, ada salad, ada roti panggang, coffee-tea, fresh juice, dan lupa apa lagi saking banyaknya hehe.

** ga sempet foto makanan, karena buru-buru **

Udah kenyang sarapan, langsung cabs menuju acara pernikahan rekan di Sukoharjo. Pak dua mobil, satu rombongan pakai taxi avanza, satu rombongan lagi nebeng sama mobil temen semalem yang kebetulan juga menuju ke acara heheh. Jarak Solo-Sukoharjo tempat acara pernikahan temen dihelat sekitar 25km, waktu tempuh sekitar 1 jam. Saya memilih tidur di perjalanan, karena ngantuk banget cuma tidur beberapa menit tadi malem. Maksudnya biar fresh dan ga pusing pas acara nanti.

Pas sampai di tempat acara, ternyata akad nikah baru aja selesai. Dan kita telat menghadiri, ini pasti karena saya tadi makan lama banget (dan banyak banget!). Tapi sempet juga foto bareng sama kedua mempelai, yang keduanya teman kami. Hihi.

.. selamat Mas Anwar dan Mbak Pury ..

.. selamat Mas Anwar dan Mbak Pury ..

Backpacker cantik kondangan narsis dulu selepas akad selesai, sembari menunggu mempelai ganti baju. Sambil liat-liat Bapak-bapak dari pihak kedua mempelai yang menyimpan keris di belakang pinggangnya macam Ken Arok nampaknya.

.. backpackercantik kondangan ..

.. backpackercantik kondangan ..

IMG-20150419-WA0019-horz

Ini acara pernikahan express banget, ga lama nunggu setelah akad langsung resepsi. Para tamu tinggal memilih kursi yang disediakan di ruangan. Kursi disusun setiap 12 buah, 3 baris dengan 1 meja yang terdapat 12 gelas di atasnya. Setelah kedua mempelai dateng, berbarengan juga para petugas catering dateng menuangkan air teh manis panas ke dalam gelas-gelas. Tekonya klasik banget! Saya dan Mrs. Intan selaku pemerhati makanan (maksudnya di manapun yang diperhatiian cuma makanan, haha!) langsung celingukan melihat ke sekeliling, mencari di mana kiranya letak prasmanan, sekalian mapping stall mana aja yang akan kita serbu. Dan tak menemukan satu stall makanan pun!

Kegelisahan kami akan makanan akhirnya terjawab sudah ketika puluhan petugas catering kembali memasuki ruangan dan membagi-bagikan sepiring bolu lapis dan sosis solo kepada setiap tamu yang hadir. Ooooh, konsepnya seseru itu ya! Kita yang hadir tinggal duduk manis, karena petugas catering yang dateng ke kita. Kalo konsepnya kaya gitu, kita jadi penasaran kira-kira next menu apa lagi yaaaa? 30 menit kemudian (ketika saya dan Mrs. Intan udah mulai gelisah lagi tentang makanan) puluhan petugas catering itu kembali memasuki ruangan dan membagikan sup matahari. Ini sup matahari asli enak banget! Sederhana banget pasti bumbunya. Makanan yang enak itu kuncinya memang kesederhanaan dan bahan bakunya bagus!

Sup matahari itu sekilas nampak seperti rolade ayam yang dibungkus kulit pangsit yang dibentuk jadi kelopak bunga. Lalu dikasih kuah sup (irisan jamur kuping, wortel, buncis). Ingin nambah, tapi pasti berantem sama petugas cateringnya. Konsep resepsi macam gini mah berarti manut aja dikasih makanan apapun sama petugas cateringnya..

30 menit kemudian.. kami dipanggil ke panggung untuk berfoto bersama. Menahan diri supaya jangan sampe membuat rusuh di panggung dan membuat malu kedua mempelai di depan keluarga besar. Jadinya sok imut di atas panggung, sekalian tebar pesona. Hehehe.

Turun panggung, saya lupa kalo belum makan, dan udah siap-siap aja mau keluar dari acara kalau aja ngga diingetin sama Mas Ahmad. Akhirnya duduk manis lagi dan menunggu sajian utama yang datang 5 menit kemudian.

20150419_102337-horz

IMG-20150419-WA0027-tile

Enaaaak.. dan disusul oleh es krim!

.. ada Bu Dwi juga, rekan backpacking kita ke Bromo ..

.. ada Bu Dwi juga, rekan backpacking kita ke Bromo ..

Konsep penjamuan macam ini keren banget, dan katanya khas Jawa Tengah. Jadinya kan kita ngga perlu ngantri yang bikin pusing oleh crowdednya, ga perlu ada tragedi tabrakan dan kesiram jus dari gelas orang karena kita semua duduk manis menunggu makanan diantarkan, kalau kurang suka tinggal menolak, tapi no nambah hehe.  Dan yang penting porsinya pas, tidak terlalu banyak, jadi meminimalisir mubazir. Cuma, anehnya.. ko ga ada air putih yaaa.. minum setelah makan ya es krim dan teh manis tadi itu. Nampaknya budaya Jawa memang lebih terbiasa minum teh manis setelah makan. Hallo nasi ketemu gula!

Jam 11.00 acara udah selesai. Jadi memang acara dikonsep agar tamu undangan betul-betul menonton pengantin, raja dan ratu sehari. Tapi, saya jadi terfikir juga konsep demikian di pernikahanku di masa depan, hihi.

***

Selesai acara kami diundang ke rumah rekan kami lagi di sekitaran Sukoharjo pula. Setengah jam dari tempat acara. Dan, saya tidur lagi, karena kenyang, hehe. Abis mandi dan shalat, heran juga kenapa laper lagi! Hehe.. akhirnya makan semua cemilan yang disediakan; es kelapa muda gula merah dan getuk.

Rumah teman kami ini di depannya langsung sawah, dan pemandangan bukit seribu gugusan gunung kidul. Tadinya mau eksplor sekitar, namun tiba-tiba hujan, walhasil akhirnya saya tidur lagi. Ini emang liburan banget; kerjaan cuma makan dan tidur.

IMG_1251

Dibangunin pas mau makan lagi. Bayangin guys, jam 11 tadi makan berat, itu jam 15.00 udah mau makan berat lagi. Tapi apa daya, tak mampu menolak, kantuk hilang ketika di hadapan disediakan goreng ikan mujair (yang ini akan membuat ngantuk lagi!), sate kambing, dan tengkleng kambing. Menu yang sungguh syahdu sekaligus kacau. Dan saya nambah 1 kali, padahal baru 3 tahun ini nyobain makan aneka olahan kambing. Mau nangis, karena ingin nambah lagi tapi malu, soalnya tengklengnya enak banget!

IMG_1254-tile

.. mau nambah tapi malu ..

.. mau nambah tapi malu ..

Kelar makan, sebagai tamu yang baik, saya berinisiatif membereskan sisa makanan dan mencuci piring, sedangkan yang lain tepar entah karena cape (mengunyah) atau karena kenyang. Indonesia banget, ngantuk karena kekenyangan. Hehe

Dan setelah perpisahan dengan tuan rumah (plus dibekelin nasi dan tengkleng buat di kereta), akhirnya kami kembali melanjutkan perjalanan ke Solo untuk menyelesaikan misi selanjutnya yaitu membeli Srabi di Ngarsopuro. Ini permintaan dari saya selaku ketua rombongan dan tidak bisa diganggu gugat, pokoknya mesti bungkus Srabi 1500an itu untuk dibawa ke Bandung.

Selama perjalanan Sukoharjo-Solo, kali ini ngga tidur dan menikmati perjalanan Sukoharjo-Solo yang syahdu sehabis hujan (hati-hati rentan 94L4U kalo abis hujan).

Aneh, memang: selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan.

-Laksmi Pamuntjak (Amba : Sebuah Novel)

Perhatian saya tidak jauh-jauh dari makanan lagi. Hehe. Sepanjang Sukoharjo-Solo banyak banget ketemu Kedai Bakso. Itulah kenapa di luar kota Solo terkenal sekali Bakso Solo. Dan Kedai Kupat Tahu yang buka sampe sore (kalo di Jawa Barat, Kupat Tahu dijual pagi sebagai menu sarapan ya).

Ketika sampe Solo menjelang sore, kedai makanan lebih banyak lagi. Di kota Solo kayanya makin malem makin banyak tempat makan, mungkin makin malem makin laper, hehe. Makanan yang dijual juga bervariasi di tiap kedai; nasi liwet, sate, bakso, dan yang paling banyak tentunya wedangan di trotoar. Wedangan itu lesehan macam di Malioboro, gelaran tiker di atas trotoar dan kongkow seru banget. Pengen turun dan makan tapi waktu udah mepet, 2 jam lagi kereta berangkat.

Mobil kami sempet mengajak kami melewati area Keraton Kasunanan Surakarta dan melewati peninggalan Pasar Klewer yang terbakar beberapa waktu lalu sebelum akhirnya sampai di kedai Srabi di Ngarsopuro. Pas mau pesen, ternyata temen-temen yang lain mau pesen juga. Akhirnya pesan 110 buah, yang menurut penjualnya baru akan selesai 1 jam lagi. 😀

.. Kedai Srabi di Ngarsopuro ..

.. Kedai Srabi di Ngarsopuro ..

Akhirnya kami titipkan pesanan Srabi itu kepada rekan kami yang pulang ke Bandung belakangan. Dan kami segera menuju ke Stasiun Solo Balapan. Rushed ke mushala, dan selagi shalat mendengar petugas memperingatkan penumpang kereta untuk segera memasuki kereta, susah khusyu, hihi.

Setelah PW (posisi wuenak) di kursi kereta, 30 menit kemudian makan (makan lagi!). Lewat Kutoarjo langsung tidur (tidur lagi!). Bangun-bangun udah mau sampai Kiara Condong jam 4.00 pagi. Saya dan Mrs. Intan turun dari kereta, naik angkot ke Cicaheum. Padahal itu belum shubuh, tapi perjalanan angkot Kiara Condong-Cicaheum alhamdulillah aman..  🙂

Alhamdulillah atas nikmat perjalanan Solo-Sukoharjo..

– m –

Advertisements

3 thoughts on “Backpacker Cantik Kondangan di Sukoharjo, Solo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s