Backpacker Cantik dan Iran

Kami dapet kabar bagus. Gambar kami sedang di area Peringatan Konfrensi Asia Afrika kemarin ternyata dipasang di sebuah portal berita milik Iran.

Ceritanya akhir April lalu, kami turut serta menyaksikan perhelatan napak tilas dan Peringatan Konfrensi Asia Afrika. Sedari pagi kami udah standbye di sekitar Jl. Asia Afrika untuk menyambut kedatangan para delegasi. Dan bahkan itu ternyata kurang pagi, karena Pak Presiden Jokowi ternyata sudah melewati jalan tempat tempat kami berdiri itu. Pak Jokowi datang lebih pagi daripada kami. Ini pasti karena sebelum sampai kesana, kami sempat tertahan dulu oleh nikmatnya jamu di area komplek TNI.



IMG-20150425-WA0053

Tapi kami dapat turut serta menyambut kedatangan para delegasi dari berbagai negara anggota KAA dan negara-negara undangan. Yang surprise, para delegasi itu dijemput dengan kendaraan yang menurut saya bersahaja sekali. Armada untuk para delegasi itu menggunakan armada-armada bis pariwisata yang berdomisili di Bandung semacam Pakar Utama, Pakar Wisata, dan Surya Putra Trans. Keren banget menurut saya, dan bisa memangkas anggaran juga. Dan ga kebayang kan macetnya kalo semua delegasi itu dijemput satu persatu pakai mobil sedan.. good job Pak Ridwan!

Sempet juga melihat wakil Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mizwar melambaikan tangan ke arah kami…

IMG-20150424-WA0005-horz

Acara hari Sabtu itu adalah acara utama prosesi napak tilas Konfrensi Asia Afrika, jadi tidak ada prosesi pawai dan semacamnya. Karena seluruh acara utama dilaksanakan di area Gedung Merdeka, sehingga akses ke sekitar Gedung Merdeka tertutup dari umum. Sayangnya di sekitar tempat penonton tidak terdapat layar untuk menyaksikan jalannya prosesi tersebut. Pada bagian ini, beruntunglah yang di rumah, karena dapat menyaksikannya dari televisi. Ibu saya mengirim pesan pendek ke handphone saya mengenai Pak Jokowi yang terus mendampingi Presiden Palestina. Pertanda baik akan semakin tumbuhnya kerjasama pembebasan Palestina antar kedua negara ini.

Sambil menunggu prosesi acara, kami mengabadikan banyak momen di sekitar Gedung Merdeka. Dan tiba-tiba area itu yang biasanya pusat macet, jadi steril dari kendaraan, sampai bisa posing di tengah jalan di dekat lampu merah, dan ngegodain mbak-mbak dan mas-mas polwan 😀

IMG-20150425-WA0060

IMG-20150425-WA0083

IMG-20150425-WA0092-horz

IMG-20150425-WA0041

IMG-20150425-WA0072-horz

IMG-20150425-WA0001

Dengar dari beberapa petugas keamanan, acara napak tilas dihentikan sejenak untuk melaksanakan Shalat Jumat di Mesjid Agung Kota Bandung. Para pemimpin itu melaksanakan shalat di sana. Sesaat sebelum adzan berkumandang, tiba-tiba meluncur sebuah mobil kedutaan Iran tanpa pengawalan, dan kemudian parking di dekat kami.

Kami tertegun, Iran! Tanpa pengawalan. Negara ini memang terkenal nyentrik, diembargo sekian taun oleh Amerika, namun tetap bangkit pasca revolusi besar-besaran tahun 1979 itu. Iran, dapat dikatakan negeri yang paling sering disalahfahami, baik karena penolakannya terhadap politik barat dan karena  mazhab mayoritas yang dipeluk penduduknya. Berbagai tuduhan di arahkan kepadanya, yang menurut saya bahkan tidak inline.  Bayangkan, negara ini dituduh negara sekutu Amerika, namun menjadi negara yang diembargo Amerika sekian tahun lamanya. Negara ini dituduh sekutu Israel, namun pemimpin revolusinya (Imam Khomeini) adalah tokoh yang menginisiasi Al Quds, atau Quds Day (Hari Pembebasan Palestina) setiap hari Jumat terakhir di Bulan Ramadhan. Negara para mullah, negara tempat berdatangan para murid dan para peziarah dari berbagai penjuru dunia. di tanah suburnya, berdiri kokoh mesjid-mesjid indah dan pusara para tokoh teladan. Jika menulusuri setiap sudut negaranya, di setiap sudut itu terpatri kisah tentang para teladan, sehingga selalu ada tempat ziarah di setiap jengkal tanahnya.

Meski sering disalahfahami karena mazhab penduduknya, negara Iran ini unik karena memiliki jumlah jemaah haji dan umrah top 3 terbanyak di dunia, urutan pertama bergantian antara Indonesia-Pakistan (meski untuk jumlah jemaah haji, Indonesia selalu yang pertama). Mengagumkan pula bagaimana perlakuan pemerintah mereka terhadap Jemaah haji dan umrah mereka. Jika anda berada di sekitar Mesjid Nabawi, layangkan pandangan ke atas hotel-hotel terdekat mesjid tersebut. Di atas gedung dari hotel-hotel itu terdapat bendera negara Iran. Apa artinya? Menurut seorang Ustadz,adalah bahwa hotel-hotel tersebut telah disewa bertahun-tahun terus menerus oleh pemerintah Iran untuk akomodasi penginapan penduduk mereka ketika umrah.

Jemaah umrah Iran juga mempunyai ciri khas tersendiri. Saya pernah duduk di pelataran Baqi, dan memperhatikan para Jemaah Iran itu. Mereka datang dari berbagai penjuru Nabawi menuju mesjid Nabawi. Mereka menuju Mesjid dengan berbaris rapi. Saya beberapa kali melihat mereka mulai berbaris rapi dan mulai melantukan doa-doa sedari keluar dari hotel mereka (kebetulan hotel saya kala itu bersebelahan dengan hotel jemaah Iran). Biasanya 2-4 deret dan dan berbaris hingga ke belakang, masing-masing membawa tas berwarna biru berisi perlengkapan doa, dsb. Para wanitanya memakai chador (kain panjang dari atas kepala hingga ujung kaki) berwarna hitam dan warna-warna gelap . Para prianya kalau tidak memakai ghamis, mereka memakai kemeja rapih layaknya orang kantoran kalau di Indonesia. Di depan barisan dipimpin oleh seorang pemimpin Jemaah (mungkin pembimbing?) lengkap dengan pakaian ciri khas mullah-mullah di Iran; gamis yang dilapisi jubah berwarna gelap di luarnya, dan amamah yang menghiasi kepala pemimpin itu. Amamah berwarna hitam, dipakai oleh ulama yang garis keturunannya tersambung hingga ke Rasulullah sawa sehingga biasanya disematkan gelar sayyid kepadanya, sedangkan ulama dengan amamah putih adalah ulama yang keturunannya tidak bersambung ke Rasulullah sawa, dan biasanya disematkan gelar syeikh kepada mereka. Selain ulama pemimpin Jemaah, ada seorang dari barisan tersebut yang membawa bendera, dan hingga kini saya tidak pernah faham simbol apakah bendera-bendera itu.

Saya selalu takjub melihat kerapihan dan ketertiban para Jemaah Iran itu. Ketika berdoa pun, mereka terlihat khusyu sekali. Menambah kesyahduan setiap kali berada di dekat mereka. Selama di sana, saya seringkali menggabungkan diri berdoa dan berziarah di dekat rombongan mereka.

.. kafilah umrah Iran ..

.. kafilah umrah Iran ..

.. jemaah Iran di sekitar Baqi ..

.. jemaah Iran di sekitar Baqi ..

Beberapa jam lalu menghadiri pengajian Ust. Miftah yang baru saja pulang berumrah 2 hari lalu. Beliau bercerita mengenai jemaah umrah Iran yang tidak beliau temui selama beliau di sana. apa pasal? Adalah bahwa Iran sedang melakukan protes atas pelecehan yang dilakukan warga Arab Saudi (yang hingga kini belum diadili) terhadap 2 jemaah dari negara Iran beberapa waktu lalu. Iran menghentikan pengiriman Jemaah umrahnya sampai pada waktu yang belum ditentukan. Negara Iran memang terkenal dengan karakteristik anti penindasannya. Negara yang berdiri sendiri dan bangga dengan martabatnya. Dan Ustadz saya bercerita; betapa berbedanya Madinah-Makkah tanpa para Jemaah Iran itu. Biasanya mereka ramai ditemui di sekitar Baqi, di sekitar Raudhah, di sekitar rumah Nabi, kini tak dapat ditemui.

Apa yang dapat membuat dekat antara Iran dan Indonesia? Adalah bahwa Iran adalah negara dengan jumlah muslim Syiah terbesar di dunia, dan Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim Sunni terbesar di dunia. Keduanya dipersatukan justru karena kedua faham itu. Keduanya 2 cabang dalam 1 pohon, kedunya menyimpan sejarah panjang tentang peradaban Islam yang mempengaruhi peradaban belahan dunia lainnya. Juga, keduanya adalah negara yang subur tanahnya, dan indah pemandangannya.

Sedari dulu, top list negara yang ingin saya kunjungi berada di di huruf I; Iraq, Iran, India. Saya tinggal di Indonesia.  Entah kapan bisa sampai ke negara-negara itu… (nabungnya mesti berapa lama?)

Sebagai dukungan akan gerakan KAA bahwa kemerdekaan adalah segala bangsa, dan bahwa Iran adalah negara pendukung pembebasan Palestina (meskipun disayangkan, kerena tidak ada satupun gambar inisiator Al Quds Day, Imam Khomeini di area KAA tersebut), saya menghampiri mobil konsulat iran itu dan berpose di dekatnya.. Mengabadikan beberapa foto dengan teman, dan semoga suatu saat bisa mengunjungi negara tersebut! 🙂

Ketika kami berpose untuk kamera pribadi, ada seorang fotografer yang meminta saya berpose lagi dekat dengan mobil dan bendera Iran. Saya manut saja.. (entah sekarang foto itu ada dimana).. Saya bersedia berfoto di depan mobil konsulat dan bendera Iran itu karena semangat perjuangan pembebasan Palestina itu (see my outfit; wearing Palestinian kuffiyeh yang saya beli di Pasar Gn. Muria).

***

Beberapa hari kemudian, saya mendapat link artikel berbahasa Farsi dari seorang teman mengenai foto kami sedang berfoto di dekat mobil konsulat Iran. Berikut linknya

http://www.afkarnews.ir/vdcc0xq042bqs48.ala2.html

.. foto kami di artikel Iran ..

.. foto kami di artikel Iran itu ..

Artikelnya (menurut rekan saya yang ahli Farsi), menuliskan tentang kedekatan antara karakteristik masyarakat Iran dan Indonesia. Dimana, Indonesia dan Iran saling menghargai dari sisi budaya, politik, dan agama. Kurang lebih demikian. (nanti saya tanya lagi versi lengkapnya dari rekan saya).

Wah, alhamdulillah ya beritanya positif. Senada dengan semangat kemerdekaan Palestina, dengan kerjasama ekonomi dan budaya yang semakin membaik antara kedua negara ini. Akhir tahun 2013 lalu Iran mengadakan festival peringatan 1000 tahun hubungan kebudayaan antara Indonesia-Iran (beritanya di sini)

Nah, Iran dan Indonesia ternyata sedekat itu yaa.. semoga backpacker cantik diberkahi dengan rizki untuk dapat mengunjungi dan berziarah ke Iran.. foto kami sudah sampai duluan.. 🙂

– m –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s