Part 3 : Journey to Lucky of Java Island : We Miss U Untung Java Island

Tidur lelap kita terjaga mendengar Adzan subuh di kumandangkan, tempat menginap kami yang tetanggaan sama Mesjid membuat  kami ga perlu nyalain alarm untuk Sholat Subuh, kami bergegas ngambil wudhu dan melangkahkan kaki ke masjid. Alhamdulillah aktivitas pertama hari ini di mulai dengan sholat subuh berjamaah.

Setelah sholat subuh & menyimpan mukena, kami ijin ke Ummi untuk berburu sunrise di Pantai Timur, happy…happy….& happy perasaan kami saat ini, langit cerah tanpa awan membuat kami dapat menikmati sunrise yang indah banget itu, mulai dari semburat kemerahan berpadu dengan langit subuh, it’s sooo romantic, seandainya bisa menyetop waktu, pengen banget intan terdiam dan menikmati pemandangan yang ga ingin berlalu,  kita jeprat jepret ga bosen-bosen saling memfoto, Milta juga asik jeprat jepret, intan nyobain selfi pake tongsis, berharap bisa dapet siluet diri sendiri, teuteup butut kalo intan motret, susaaah banget bisa bikin foto sebagus Milta, maaf ya Ta selalu mengecewakan Milta dengan hasil jepretan intan.

Dermaga tempat kami berburu sunset juga menjadi tempat pemancingan dan tiba-tiba ada keseruan di dekat kami, ternyata ada Bapak-bapak yang berhasil dapet mancing Ikan, waaw…ikannya lumayan gede…selamat Pak, inget kita yaa kalo ikan nya udah mateng…..:)

Setelah matahari tambah naik & perut kita tambah laper, “Ta itu bala-bala menggoda bangeeet, tapi intan ga bawa dompet” harga bala-bala itu Rp. 5000 dapet 4, bagi 2 sama Milta masing-masing menikmati bala-bala 2 biji, ditambah bumbu kacang….bala-bala nya enaaak bangeeet….di traktir Milta deh bala-bala nya…makasih bangeet Ta,nikmat bala-bala nyaa

Sampe penginapan, kita leyeh-leyeh di  amben (sebutan bangku rotan buat leyeh-leyeh di halaman rumah) sambil ngobrol dengan Ummi yang baik bangeet menyediakan teh manis buat kita…makasiih bangeet Ummi…..Ummi cerita bahwa amal mula penduduk Untung Jawa ini berasal dari Pulau Ubi….oh iya berarti monumen yang di depan itu adalah monumen kepindahan masyarakat Pulau Ubi ke Pulau Untung Jawa, kata Ummi, penyebab penduduk Pulau Ubi pindah kesini karena Pulau Ubi terkena abrasi sehingga daratan Pulau Ubi sedikit demi sedikit habis terkikis, sehingga semua penduduk Pulau Ubi pndah semua kesini,

Penduduk Pulau Untung Jawa saat ini total berjumlah  400 KK, strata ekonomi penduduk disana terbilang cukup makmur, rata-rata penduduk disana berprofesi sebagai nelayan, dan dengan adanya wisatawan yang ramai berwisata kesini, kehidupan perekonomian disini semakin baik, penduduk disini  banyak juga yang memiliki home stay-home stay yang di sewa-sewa ke para wisatawan, selain itu, Pemprov DKI juga sangat memperhatikan masyarakat di Pulau ini, terlihat dari Puskesmas nya yang bangunannya cukup bagus, menurut Ummi,setiap bulan Pemprov DKI mencari yatim piatu untuk di bawa ke asrama dan di sekolahkan hingga lulus SMA….gratis, bahkan pedang disana pun menuliskan di list harga minuman khusus untuk yatim piatu…Gratiss…..such a beautiful society,

pantesan Ummi ga kunci pintu semalem, kata Ummi, beliau jarang mengunci pintu karena disini sangat aman, sekolah yang ada di Pulau Untung Jawa ini hanya sampai level SMP, begitu anak-anak disini menginjak SMA mereka menyeberang ke Tanjung Priuk  atau Muara Angke, mereka di siapkan kost-kost an oleh Pemprov DKI untuk anak-anak jenjang SMA, setiap tahun ada program bedah rumah dari Pemprov DKI untuk me renovasi rumah penduduk disini yang di anggap sudah tidak layak huni, dampak dari perlakuan Pemprov yang begitu baik…membuat culture masyarakat disini sangat berfikiran positif, saling tolong menolong, ramah terhadap wisatawan membuat betah suasana disini, bahkan rumah-rumah mereka pun jarang di kunci kecuali jika mereka akan jalan-jalan keluar pulau, saling menjaga satu sama lain, suaminya Ummi bekerja sebagai Kapten kapal yang pulang 1-2x sebulan, jika siang hari kesibukan Ummi sebagai Ibu Rumah tangga adalah menjaga anak-anak dan cucu yang dititipkan putra ke-dua Ummi selama mereka bekerja, ketulusan Ummi terpancar dari cara Ummi menerima kami disini…Makasih banyak Ummi, Insya Allah jika kami kesini lagi, Ummi yang pertama kali kami kunjungi.

Ada yang unik dari Society disini, culture masyarakat Pantai Timur dan Pantai Barat agak berbeda, masyarakat Pantai Timur terkesan lebih halus, rajin….terlihat dari kesibukan yang sudah di mulai saat adzan subuh berkumandang, tertib & sangat menjaga kebersihan…berbeda dengan masyarakat pantai Barat, mereka agak sedikit kasar…terlihat ketika Milta menegur soal sampah yang di buang ke laut kemaren, teguran Milta yang sangat halus itu di balas oleh kata-kata yang ga enak di dengar, menurut Ummi, masyarakat Pantai Barat bangun saat matahari sudah tinggi, mungkin karena sinar matahari telat sampe kali yaa di Pantai Barat, bahkan Ummi pun sempat agak kesal ketika kami cerita tentang beberapa pedagang yang membuang sampah nya kelaut kata Ummi “itu ga boleh…laceng (berani) sekali mereka  buang sampah kelaut, itu ga boleh….betul Ummi….intan& Milta setuju banget, jika bukan kita-kita yang menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan ini siapa lagi ? dan salah satu yang membuat wisatawan datang kesini karena Pulau Untung Jawa ini jauh lebih bersih di banding pantai Tanjung Pasir, namun karena masih ada penduduk dan wisatawan yang ga sadar sampah, adaa saja sampah berceceran di pesisir pantai maupun di area Hutan mangrove…ayoo dong buang sampah ke tong sampah  yang udah di sediakan ga susah lho, kalo lingkungan ini bersih, kita juga nyaman kaan….

Ummi juga cerita tentang kesibukannya mengelola home stay Kakak Iparnya, minggu lalu beliau melayani 70 tamu yang fasilitas menginapnya sudah termasuk  dengan sarapan, makan siang & makan malam, kapan-kapan jika temen-temen mau main ke Pulau Untung Jawa, hubungi Ummi yaa jika ingin menginap disini ini no kontaknya 0857-8215-1713 di jamin asik menginap di tempat Ummi.

Asik ngobrol dengan Ummi….ga terasa hari tambah siang, masih ada rencana yang mau kita jalani nih, kita namya lagi ke Ummi, “Ummi, ada ga ya kapal yang keliling pulau lain seperti ke pulau Rambut dan sekitarnya ?” kata Ummi “coba aja datangi Dermaga, biasanya sih carter, mudah-mudahan ada yang sedang carter, jadi bisa ikutan nebeng”.

Ayo Ta…kita ke Dermaga nanya-nanya tentang kapal yang ada track ke pulau lain, ternyata kapal yang ke pulau lain harus carter dan lumayan mahal 500rb untu carter kapal tersebut dan kapalnya maksimal isi 10 orang….mmm kayaknya kita ga cukup waktu untuk ngumpulin orang yang mau nyarter bareng, akhirnya kita putusin untuk nongkrong di pinggir pantai, ngampar matras, Milta ngeluarin kompor, beras, Mie Instan, intan ngeluarin baso, ikan bilis krispi….lengkap deh persiapan masak, begitu nyambungin kompor ke gas, ternyata Milta ga tau caranya…akhirnya Milta mint bantuan ke penghuni tenda sebelah kita, baik banget Mas nya, kita di ajarin cara nya bahkan ngasih tau kita untuk lebih mundur agar kompornya ga kejemur matahari, khawatir meledak.Makasih ya Mas….

Proses memasak pun di mulai, bagian bawah kami masak nasi, bagian atas masak Indomie campur baso, sambil menunggu makanan yang kita masak ini mateng, ga terlewat dong moment ini kita foto, di sudut sana ada sekelompok pria yang menyediakan layanan water sport nyetel lagu Rasta, it’s soo perfect, Milta menikmati bangeeet suasana seperti ini.

Saat kita menunggu masakan mateng, kita melihat petugas pengangkut sampah baik yang menggunakan motor maupun Kapal penyapu pantai hilir mudik di dekat kami, “liat Ta, betapa Pemprov DKI begitu berusaha menjaga kebersihan Pulau ini, kenapa masih aja masyarakat & pendatangnya buang sampah sembarangan, nanti kalo banjir nyalahin pemerintah, ga fair banget kan”….harus gimana lagi yaa mendidik mereka agar jangan buang sampah seenaknya.

Ternyata masak pake kompor kemping ini lumayan makan waktu, bikin perut kami tambah laper aja, begitu matang, kami bagi 2 masakan yang kami buat, kita kirim ke penghuni tenda sebelah…semoga mereka bisa menikmati masakan kita ini

Ternyata setelah di bagi pun, masakan kita ini masih cukup banyak buat kita, bahkan Milta pun ga abis ….mmm Milta “ga ada alasan untuk tidak menghabiskan makanan”,

Setelah beres makan, intan merapihkan makanan & Milta pergi ternyata dia mendatangi kelompok water sport, Tanya-tanya tentang harga layanan water donut & banana boat, Alhamdulillah dapet harga sesuai budget dan kita pun ga perlu ngumpulin 7 orang untuk bisa ber water sport.

Tetetetew………Keseruan pun di mulai…..setelah kita memakai pelampung, dan pelampung yang kita pakai ini dipastikan pas dan tidaklonggar, permainan pertama adalah water donut, mmmm….water donat ini bentuknya seperti  4 buah donut bersatu, kita terlentang di atas lubang donut, tangan kita berpegangan ke tali pegangan yang ada di kanan & kiri, “Ta…..sumpah deh intan deg-degan, it’s the first time Ta”….Water donut ini diikatkan ke speed boat, pelan-pelan speed boat dijalankan tambah lama tambah kenceng dan bikin water donut yang kita naikin ini memantul-mantul diatas laut, bikin kita terlempar-lempar jugaaaa, intan & Milta sampe teriak-teriak, seru campur serem jadi satu….”Miltaaa…..ini mantap bangeeet” seruuuu pisaaan……….

Deg degan intan belum beres, speed boat yang membawa water donut melambatkan kecepatan dan membawa kita ke pinggir dan kita pun berpindah ke banana boat, wah Ta…tambah jadi deh deg-deg an intan, sama seperti ketika speed boat menarik water donut, awal banana boat di tarik speed boat perlahan, lama-lama tambah kenceng…tambah kenceng lagi….tambah kenceng lagi….bikin banana boat kita goyang-goyan ke kiri ke kanan, teriakan intan tambah kenceng dan tiba-tiba…..byuuuurrrr…..banana boat yang kita naikin kebalik di tengah laut, mmmm…..asiiin, yang gini ini sambil kelelep minum air laut, saat kayak gini ini pelampung yang kita pake berguna, membuat intan & Milta tetep mengambang, setelah banana boat kembali sedia kala, kita diangkat naik satu per satu ke atas banana boat dan Milta sempet panic saat Mas petugasnya bilang “kita tinggal aja Milta disini yaaa”….waaa Milta di tinggal di tengah laut, waah bisa-bisa di taksir ikan duyung nanti…..

Setelah semua naik, banana boat di tarik lagi…tambah lama tambah kenceng dan tambah ke tengah, kita luapkan ke seruan ini dengan teriak se bebas-bebasnya….sampe di tengah & lagi seru-seru nya teriak….tiba-tiba air laut masuk semua rasanya ke mulut, banana boat kita kebalik untuk kedua kali nya, kayaknya setelah selesai main banana boat ini intan ga perlu makan lagi deh Ta….kenyang minum air laut…..lagi-lagi kita di bantu Mas Petugas untuk naik ke banana boat dan banana boat kita bergerak lagi ditarik speed boat, sepertinya keseruan sudah berakhir, tapi ko banana boat nya goyang-goyang lagi dan speed boat nya ko malah tambah kenceng….wah…ga beres nih…bener kan ga beres….bener kaaaan….untuk ketiga kalinya intan minum air laut, banana boat kita kebalik lagi, cuma kali ini kita ga diangkat lagi ke banana boat tapi di bawa ke pinggir pantai jalan kaki melawan arus pantai…..yaaaa keseruan selesai menyisakan pengalaman yang seru banget dan kata Milta “rasanya Milta Plong Bu….udah teriak-teriak dengan bebasnya”, Syukurlah Ta, ini gunanya Backpacker, relaksasi, melepaskan kepenatan dari hiruk pikuk pekerjaan, melepaskan stress akibat rutinitas sehari-hari, Backpacker kita kali ini suksesss beraaat.

Intan termasuk yang kesulitan jalan ke pinggir pantai, batu karang ga terlalu nyaman di pijak, sehingga intan harus extra pelan menapaki batu karang tersebut, ketinggalan Milta deh….sampe di pinggir, buka pelampung & beresin pembayaran, kita kembali ke penginapan…..Mandiiii…..

Sampe di penginapan, Ummi menyambut kedatangan kita yang basah kuyup ini dengan senyuman, lucu kali yeee ngeliat kita kayak kucing kecebur, MIlta duluan Mandi dan intan ngaso di luar diatas amben, ga tega juga basah-basahan gini masuk rumah yang udah di pel Ummi. Sambil nunggu badan agak kering, kita minum Teh Manis lagi, Ummi menawari kami sop ayam yang beliau masak, sayang kami ga menikmati masakan Ummi karena kami sudah sangat kenyang, makan nasi, mie instan, baso + air laut.

Selama Milta mandi, intan ngobrol dengan Ummi, banyak hal yang beliau ceritakan, tentang putrinya yang ikut suami nya di Bandung, tentang kelahiran putra ke 3 & ke 4 yang jaraknya cukup jauh dengan Putra – putri ke 1 & ke 2, Ummi juga menunjukkan Tugu kedatangan penduduk Pulau Ubi yang asli…..wah perlu di datangi nih.

Setelah Milta beres mandi, gantian intan yang mandi dan setelah beres mandi….packing dan akhirnya kita memutuskan untuk c/o dari rumah Ummi, kasian Ummi kalo kita bolak balik mulu ke rumah Ummi. Belum juga kami meninggalkan rumah Ummi, rasa kangen untuk kembali kesini sudah melanda. Someday Ummi…semoga kami ada rejeki lagi, mengunjungi Ummi kembali disini.   Kami pamit ke Ummi dan kami melangkahkan kaki ke arah kelompok Water Sport, Kami foto bareng mereka & say many thanks atas keseruan tadi, kami pun pamit juga ke penghuni tenda yang ternyata masih betah disitu.

Ketika kami sedang berjalan, tiba-tiba “intan…intan…ada yang ketinggalan ga ?” teriak Mas Edi – kepala grup water sport menyusul kita pake motor, intan & Milta saling nge cek, rasanya ga ada yang ketinggalan, Mas Edi mengeluarkan dompet hitam milik Milta….Subhanallah….terima kasih ya Allah, Engkau pertemukan kami dengan orang-orang yang baik hati & jujur, ga bisa bayangin kalo Milta baru menyadari dompet nya hilang ketika di perahu, pasti sedih banget, Maksih banyak Mas Edi, nah untuk temen-temen yang mengunjungi Pulau Untung Jawa dan ingin ber water sport, catet yaa ini no kontaknya Mas Edi 0858-1372-6169….di jamin ga kemahalan.

Kenangan begitu manis Engkau anugrahkan kepada kami di Pulau Untung Jawa ini….Terima kasih ya Allah…….

Sebelum meninggalkan Pulau ini, Milta ngajak intan ke sisi Hutan Mangrove yang belum kita datangi, hari terasa begitu terik, namun tidak menurunkan semangat kami menuju sudut lain, dan ternyata…Subhanallah, ga sia-sia usaha kami berjalan kesini, pemandangan yang disuguhkan juga indah bangeet, hamparan air laut yang bening dan tenang, beberapa terlihat asik berenang di laut yang dangkal, rasanya pengen nyebur lagi, namun mengingat keterbatasan waktu & keterbatasan baju, kita urungkan niat nyebur lagi nya….alhasil kita habiskan waktu dengan foto session sampe sempet foto pake kacamata maskulin nya Milta….kayak apa jadi nya foto session kita itu yaa….Ta, pajang di Blog yaa, foto kacamata maskulin nya.

Semakin siang, kita memutuskan ke Dermaga…untuk kembali ke Tanjung Pasir, karena sesampainya di Jakarta, kami masih harus meneruskan perjalanan ke Jakarta Kota Tua.

Dan rasanya bukan kami deh jika ada spot menarik dilewatkan begitu saja, di tengah perjalanan menuju dermaga, ada lapak souvenir, bukannya beli malah motret-motret disitu…..ampuun deh, dasar backpacker, sampe souvenir pun yang jadi oleh-oleh cuma foto nya……

Sesampainya di Dermaga, kita ga perlu nunggu lama, karena kapal yang akan berangkat kembali ke Tanjung Pasir sudah tersedia dan segera berangkat, dia hanya sebentar disini menurunkan penumpang dan bahan belanjaan. Kapal yang mengangkut kita kali ini lebih besar dari kapal yang mengantar kita kesini, Nahkoda nya berada di tengah kapal, apapun ukuran kapal ini, teuteup kita harus duduk paling depan ya Ta.  Pengalaman nya pun berbeda, ga ada ubur-ubur yang berenang, dan kita tertutup atap kapal, angin sepoi-sepoi membuat kita mengantuk….bye Untung Jawa, see U Next time….we miss U a lot….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s