Backpacker Cantik dan Go-Jek

Dua bulan terakhir mulai menggunakan jasa pemesanan ojek online yaitu Go-Jek, biar kekinian katanya, hehe. Tapi orang dengan mobilitas tinggi macam saya (hah?) memang bermanfaat banget aplikasi Go-Jek ini. Pulang malem dari pengajian (sok kece!) tinggal tap aplikasi. Dan drivernya datengnya cepet banget, paling lama yang pernah saya tunggu itu 10 menit aja. Yang keren, ada yang cuma 2 menit setelah pesan langsung sampai di hadapan.

Sebagai yang setia kepada ojegers sejak dahulu, saya makin jatuh cinta dengan layanan Go-Jek ini. Drivernya juga attitude-nya bagus-bagus, ga ada yang merokok sambil berkendara, dan alhamdulillah driver-driver yang antar saya selama ini sopan-sopan banget. Apa memang ada tes attitude ya untuk menjadi driver Go-Jek? Paling seneng kalo dapet driver perempuan, jadi mau pelukan juga halal, karena muhrim hehe. Pernah juga dapet driver yang asli wangi banget, sedangkan saya penumpangnya begitu kucel sehabis hiking seharian, hehe.

Aplikasinya juga menyediakan form feedback untuk kita memberikan penilaian terhadap driver yang mengambil pesanan kita.

Screenshot_2015-08-25-22-52-20

Saya seringkali berbincang dengan driver-driver Go-Jek itu, sekalian survey terkait salah satu tema pekerjaan di kantor saya. Dari hasil berbincang dengan mereka, banyak banget dapet cerita seru. Kebanyakan bercerita bahwa dengan mendaftar jadi Go-Jek, penghasilan mereka jadi bertambah (baik yang part time driver, ataupun yang full time driver). Selain itu tidak sedikit mendengar cerita mengenai kebahagian mereka, karena akhirnya mampu memecahkan teka-teki mereka selama ini mengapa orang urban dapat begitu khusyu tenggelam bersama gadgetnya.. hehe. Mereka jadi faham aplikasi android, katanya.

Pernah suatu saat, saya menyetop seorang ojeg langganan di jalan dekat rumah. Dan dengan serta merta saya ditolak sedemikian rupa, left me waiting sadly on the street karena beliau harus menjemput costumer via Go-Jeknya. Menyakitkan, haha. Jadi jangan heran kalo ojeg langganan kita tiba-tiba jadi anti sosial dan menolak kamu di jalan demi aplikasi Go-Jeknya. Mereka sedang berlomba dengan puluhan driver di sekelilingnya. Karena ketika kita memesan, pesanan kita itu akan disampaikan menuju radius 300meter terdekat, jika tidak ada yang merespon 500meter terdekat, dan selanjutnya. So digital life ya!

Saya sering iseng cek berapa banyak go-jek driver sekitar saya yang siap mengambil pesanan. Trafficnya sampai seperti ini! Haha

Screenshot_2015-09-09-13-56-05

Ada yang belum terjawab dari hasil berbincang dengan para driver itu; tunjangan keselamatan dan kesehatan mereka seperti apa? Misal terjadi kecelakaan atau sakit apakah ada bantuan dari pihak manajemen Go-Jek?

Tapi, bagaimana pun salut dengan start up online ojek via aplikasi ini. Padahal rasanya O-jack di Yogya hadir lebih dulu ya, tapi langsung disalip sedemikian rupa oleh Go-Jek. Dan tetiba layanan Go-Jek berubah menjadi lifestyle.

– m –

Advertisements

3 thoughts on “Backpacker Cantik dan Go-Jek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s